MD Pictures Gelar Acara Book Party Janur Ireng
│Ditulis oleh MD Pictures
Jakarta, 17 Juli 2025 – MD Pictures baru saja mengadakan Book Party Janur Ireng pada Rabu (16/7/2025). Dalam acara tersebut, penulis buku Janur Ireng dan kisah KKN di Desa Penari yang legendaris, @Simpleman, hadir menjadi narasumber.
Janur Ireng merupakan prekuel dari kisah Sewu Dino yang sebelumnya sudah difilmkan MD Pictures pada 2023. Saat ini, Janur Ireng pun telah selesai masa syuting dengan sutradara Kimo Stamboel dan akan menyusul tayang di bioskop.
Acara Book Party Janur Ireng berlangsung meriah dihadiri lebih dari 50 peserta dari berbagai tempat. Bahkan, beberapa rela jauh-jauh datang dari Magelang hingga Purwokerto di Jawa Tengah demi mengikuti acara secara intimate.
“Melalui buku ini, saya ingin menyampaikan bahwa semua manusia itu gak ada yang baik banget atau jahat banget… kita semua punya sisi gelap sendiri,” ungkap @Simpleman. “Makanya, di buku ini gak ada censorship… karena kita itu punya sisi yang gak diketahui orang dan hanya kita sendiri yang tahu.”

Sebelumnya, dalam kisah Sewu Dino, diceritakan bagaimana keluarga Atmojo mati-matian ingin mengangkat santet Sewu Dino yang dikirimkan Sabdo Kuncoro kepada penerus trah mereka, Dela Atmojo.
Sementara itu, kisah Janur Ireng — yang menurut @Simpleman terpaut waktu 10 tahun sebelum peristiwa Sewu Dino terjadi — mengisahkan asal-usul Sabdo Kuncoro dan dendam yang ditanggungnya setelah trah Kuncoro habis terbunuh dalam peristiwa paling berdarah akibat santet Janur Ireng.
Dalam kisah ini juga, diperkenalkan ketujuh trah bangsawan yang bersekutu mengabdi kepada sosok mistis Maharatu demi memperoleh kejayaan. Mereka dikenal dengan sebutan Trah Pitu, di antaranya ada keluarga Kuncoro dan Atmojo.
“Semakin jauh kita mengikuti buku ini, akan semakin campur aduk, karena hierarki gelap mereka itu makin kompleks. Saya agak ragu untuk menulis buku selanjutnya, karena kegelapannya akan semakin gelap. Tidak ada karakter baik di universe ini,” ungkap SimpleMan.
Penulis anonim yang belum pernah menunjukkan sosoknya di kamera itu pun membocorkan bahwa kisah Trah Pitu Lakon akan selesai setelah dua buku lagi, kira-kira sekitar empat tahun.
Dalam kesempatan yang sama, dia mengungkap bahwa pada dasarnya kisah-kisah Trah Pitu Lakon terinspirasi dari kisah nyata yang dia dengar dan saksikan sendiri. Kemudian, kisah-kisah itu dia rajut dalam satu universe besar dan kompleks. Benang merahnya adalah persekutuan jahat dengan kekuatan gaib untuk kejayaan pribadi.
“Menulis horor itu bagi saya seni dalam menakut-nakuti. Karena menakut-nakuti orang itu bisa menghibur. Jadi, kita bisa berpikir bahwa membaca horor itu hiburan kita, bisa memacu adrenalin,” ujar @Simpleman menutup acara.
Selama berlangsungnya Book Party Janur Ireng, para peserta dilarang untuk menggunakan gawai, merekam, atau mendokumentasikan kegiatan untuk menjaga anonimitas @Simpleman. Di penghujung acara, masing-masing mendapat souvenir eksklusif Janur Ireng dari MD Pictures.
“Seneng banget bisa ikutan. Saya berangkat dari Magelang naik kereta, ketemuan di sini sama teman-teman Simpleman Community. Saya udah ngikutin @Simpleman dari tahun 2020, semoga sering-sering bikin acara begini lagi,” ujar Devi, salah seorang anggota Simpleman Community yang ikut meramaikan acara kemarin.
Tentang Film Janur Ireng
Sabdo dan Intan hidup bahagia meski secara meteri berkekurangan. Musibah datang ketika rumah peninggalan orang tua mereka terbakar hangus seutuhnya. Kebingungan mencari tempat tinggal, mereka didatangi Arjo Kuncoro, laki-laki yang mengaku paman mereka, saudagar kaya raya yang serba punya. Mereka dibawa ke kediaman keluarga kuncoro, tapi rupanya, Arjo punya rencana jahat untuk mengambil keuntungan dari mereka berdua.
Produser : Manoj Punjabi
Sutradara : Kimo Stamboel
Genre : Horor
Cast : Marthino Lio, Ratu Rafa, Tora Sudiro, Masayu Anastasia, Rio Dewanto, Givina, Epy Kusnandar, Aqi Singgih, Gisellma, Pritt Timothy, Karina Suwandi, Dayinta Melira, Putri Permata, Vincent Sanjaya, Karina Ranau, Pipien Putri
