MDTV: Mimpi Besar Manoj Punjabi Menghidupkan Industri Layar Kaca
│Ditulis oleh MD Entertainment
Manoj Punjabi, produser film tersukses di Indonesia dengan production house miliknya, MD Pictures, kini siap membidik mimpi baru di dunia hiburan Tanah Air. Tak cukup hanya merajai layar lebar, Manoj ingin mengguncang layar kaca Indonesia lewat MDTV.
CEO MD Entertainment itu paham betul petuah politik lawas dari Martin Luther King Jr. bahwa “cinta tanpa kekuatan hanya sentimental”. Artinya, sulit berdampak. Untuk mewujudkan kecintaannya pada dunia hiburan Indonesia, dia pun mengakuisisi 80 persen saham NET.TV senilai 100 juta dolar AS pada 2024.
Dengan wajah baru MDTV, Manoj Punjabi ingin membangkitkan lagi kelesuan industri layar kaca yang perlahan ditinggalkan, seiring maraknya berbagai platform streaming berbayar.
Kepada Al Jazeera, produser berusia 52 tahun itu menceritakan alasannya membeli stasiun TV lokal tahun lalu—suatu keputusan yang bagi banyak orang terbilang nekat.
Di negeri kepulauan seperti Indonesia, ketika layar bioskop belum bisa menyebar secara merata dan menyeluruh, kehadiran TV konvensional menjadi vital. Itu bukan hanya memberikan hiburan gratis, tetapi juga memberikan kesempatan berkumpul dan bersosialisasi.
“Pertama-tama, orang Indonesia suka menonton secara gratis. TV berbayar tidak seefektif platform lainnya dan sangat tersegmentasi,” ujar Manoj di kantornya MD Place, Jakarta.
Menurutnya, faktor ekonomi dan logistik di Indonesia membantu TV gratis tetap populer di tengah gempuran layanan streaming.
“Di negara lain seperti India, ada sistem apartemen, di mana banyak orang tinggal dalam satu gedung sehingga TV berbayar menjadi sangat murah. Di sini, semuanya tersebar. Dengan infrastruktur yang kita punya, TV gratis itu sangat praktis dan mudah. Cukup dengan antena, jadi lebih terjangkau dan mudah diakses,” ungkapnya.
“Dulu saya mengira TV gratis itu pasar dan platform yang akan ‘tenggelam’, tapi pada 2020, saat pandemi COVID, saya menyadari bahwa TV gratis masih eksis dan masih banyak ditonton. Ini bukan bisnis yang sekarat, tapi bisnis senja yang stagnan,” lanjutnya.
Dari Layar Lebar ke Layar Kaca

Sebagai seorang produser film, Manoj menjadikan penonton sebagai raja. Baginya, kepuasan penonton adalah hal terpenting yang mesti dia capai dalam setiap karyanya. Karena itu, ketika ditanya penghargaan apa yang paling membekas di antara banyak penghargaan yang diraihnya, Manoj tak ragu menjawab: Film Box Office Terbaik di Indonesian Box Office Movie Awards 2016.
“Karena penghargaan itu dipilih langsung oleh penonton… Sekalipun saya menang Oscar, rasanya tidak akan sama, karena Oscar dipilih oleh juri, bukan oleh penonton,” ungkap Manoj kepada Al Jazeera.
Saat memutuskan untuk membeli stasiun televisi dan meluncurkan MDTV, orientasi Manoj tetap konsisten untuk menghibur penonton Indonesia. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas hiburan di layar kaca.
“Saya ingin mengubah cara kita bercerita, baik dalam bentuk film, sinetron, maupun serial,” ujarnya.
Manoj menilai bahwa TV gratis di Indonesia selama ini masih sering menampilkan pencahayaan buruk, set dan lokasi seadanya, narasi yang klise, hingga penempatan produk yang terlalu mencolok.
“Saya ingin mengubah tampilan dan gaya penceritaannya. Orang mengira kualitas tayangan makin menurun, tapi dengan konsep saya, saya harap justru akan menarik lebih banyak penonton,” tambahnya. “Itulah tantangan saya, dan saya memilih untuk menerimanya.”
Sejak diluncurkan pada 28 Februari 2025 lalu, MDTV langsung menghadirkan tiga judul serial baru, yaitu Samuel, Terlanjur Indah, dan Cinta Cinderella. Kemudian berlanjut dengan Cinta dan Dosa serta Kupu Malam.
Semua serial MDTV digarap serius dengan tekad menghadirkan kualitas layar lebar ke layar kaca, melalui tagline-nya “MDTV Drama Nomor 1”. Selain itu, Manoj tak ragu untuk memberikan banyak kesempatan kepada para pemain baru dan memastikan regenerasi terus berlanjut.
Ketika ditanya soal warisan yang ingin ditinggalkan, Manoj pun berharap MD Entertainment bisa terus eksis hingga seratus tahun ke depan dan bisa merambah pasar internasional.
“Bagaimana saya akan mencapainya masih dalam proses, tapi saya ingin menghadirkan sesuatu yang ikonik bagi penonton, bukan hanya di Indonesia, tapi juga Asia Tenggara,” tandasnya.
Artikel Bahasa Inggris
Wawancara eksklusif CEO MD Entertainment Manoj Punjabi dengan Al Jazeera.
