Film Awi Suryadi “Sebelum 7 Hari” Siap Tayang 23 Januari
│Ditulis oleh MD Pictures
Film Awi Suryadi terbaru Sebelum 7 Hari siap tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 23 Januari 2025. Berawal dari film pendek di YouTube peraih berbagai penghargaan bergengsi, MD Pictures mengadaptasinya ke layar lebar lewat ramuan sutradara fenomenal 10 juta penonton.
Sebelum 7 Hari pertama kali rilis di kanal YouTube Pijaru pada Oktober 2020. Film pendek ini mengangkat suasana mistis yang menyelimuti sebuah keluarga setelah kematian sang ibu. Latar suasana cerita ini berdasarkan kepercayaan bahwa arwah seseorang masih terikat dengan dunia fana tujuh hari setelah kematiannya. Perpaduan horor dan drama emosional ini menjadikan Sebelum 7 Hari tak hanya menakutkan, tetapi juga penuh makna.

Di tangan Awi Suryadi, Sebelum 7 Hari dikembangkan menjadi lebih kompleks dan menakutkan tanpa menghilangkan inti cerita dari film pendeknya. Seperti kita tahu, Awi terkenal pandai menangani karya-karya horor adaptasi. Dia juga memegang rekor sebagai sutradara pembuat film horor terlaris sepanjang masa di Indonesia, KKN di Desa Penari.
Sebelum 7 Hari akan mengeksplorasi kepercayaan masyarakat bahwa selama tujuh hari setelah kematiannya, arwah seseorang tidak akan meninggalkan rumahnya. Beberapa cast yang akan tampil dalam film ini antara lain Agla Artalidia, Anantya Kirana, Sulthan Hamonangan, Fanny Ghassani, dan Haydar Salishz.
Penasaran bagaimana racikan film horor khas Awi dalam karya terbarunya? Intip trailer Sebelum 7 Hari di sini.
Sinopsis Film Awi Suryadi Sebelum 7 Hari

Film pendek Sebelum 7 Hari tayang di YouTube sejak empat tahun lalu, dan hingga kini sudah ditonton lebih dari 1,8 juta orang di YouTube.
Dalam film pendek tersebut, diceritakan tentang dua anak yang ikut melayat nenek mereka yang baru wafat. Sambil menunggu upacara pemakaman keesokan harinya, mereka pun menumpang tidur di kamar mendiang sang nenek dan mengalami peristiwa menyeramkan.
Film pendek itu telah memenangkan penghargaan Best Live Action di ajang HelloFest 14 serta Best Fiction di ReelOzInd! Australia Indonesia Short Film Competition and Festival 2021.
Ada dua karakter yang paling mencuri perhatian di film pendeknya, yaitu Bian dan Hanif. Pada versi layar lebarnya, mereka bakal diperankan oleh dua aktor cilik hebat: Sulthan Hamonangan dan Anantya Rezky Kirana.
Sebelumnya, kedua aktor cilik itu pernah beradu peran sebagai dua sahabat yang harus menghadapi sosok jahat saat keluyuran sepulang sekolah di film Monster (2024). Kali ini, di film Sebelum 7 Hari, mereka kembali akting bareng untuk menghidupkan karakter kakak beradik yang harus menghadapi teror semenjak kematian neneknya.
Sementara itu, aktris Agla Artalidia didapuk memerankan sosok ibu Bian dan Hanif, yaitu Tari. Di satu sisi, ia merupakan seorang ibu tunggal yang berjuang membesarkan kedua anaknya. Namun, pada saat bersamaan, Tari masih menyimpan dendam atas apa yang pernah dilakukan ibunya, Anggun, di masa lalu. Tari menanggung memori kelam ini bersama kakaknya, Kadar.
Tokoh Anggun diperankan oleh aktris Fanny Ghassani yang sudah 14 tahun vakum bermain di film layar lebar. Tak pelak, Sebelum 7 Hari pun menjadi momen comeback Fanny yang memuaskan.
Apa yang telah dilakukan Anggun hingga menghantui Tari dan Kadar sepanjang hidup mereka? Bagaimana masa lalu yang dialami kakak-beradik itu sehingga masih membekas dan sulit sirna hingga dewasa? Semua akan terjawab dalam film Sebelum 7 Hari.
Penasaran seperti apa versi layar lebar dari adaptasi film pendek ini? Jangan lewatkan film Sebelum 7 Hari pada 23 Januari 2025 di seluruh bioskop Indonesia.
Jangan lupa follow akun media sosial MD Pictures untuk mendapatkan berita terbaru terkait film MD!
MD Pictures (Production House)
Instagram: @mdpictures_official
TikTok: @mdentertainmentofficial
Facebook: MD Pictures
X: @MDPictures
YouTube: MD Pictures
Sebelum 7 Hari (Movie)
Instagram: @sebelum7hari
