Cerita Yusron Fuadi Jadi Sutradara Keadilan (The Verdict) Bareng Lee Chang Hee
│Ditulis oleh MD Pictures
Film Keadilan (The Verdict) menjadi film perdana Indonesia dengan sutradara Korea, yaitu Lee Chang-hee. Namun, tidak sendirian, Lee Chang-hee ditemani oleh sutradara Indonesia Yusron Fuadi untuk menggarap film bergenre drama-thriller ini. Bagaimana kisahnya mereka dipertemukan dalam satu proyek?
Dalam konferensi pers, Yusron Fuadi mengungkap bagaimana awal keterlibatannya dalam proyek film Keadilan (The Verdict).
“Waktu itu aku dihubungi rekan-rekan dari Korea untuk buat film. Aku ditawarin tiga konsep. Pertama, tentang bayi yang tertukar. Kedua, tentang LDR. Terus ada satu naskah yang lumayan asik, waktu itu judulnya masih Judgement. Ini menarik karena masih relevan dengan yang terjadi di Indonesia dan dunia,” ujar Yusron.

Dari ketiga konsep tersebut, Yusron langsung tertarik pada cerita Judgement, yang draf terakhirnya menjadi Keadilan (The Verdict). Alasannya, naskah itu sangat relevan dengan kondisi sosial dan hukum saat ini.
Dari Filmmaker Independen ke Produksi Skala Besar
Yusron mengaku datang dari latar belakang filmmaker independen, sehingga kesempatan memimpin produksi sebesar ini menjadi pengalaman berharga baginya.
“Saya berasal dari filmmaker independen. Dikasih kesempatan seperti ini saya sudah membayangkan kesenangan dan kesusahan. Kita akan membuat sebuah karya baru yang belum ada di Indonesia sebelumnya,” ungkap Yusron.

“Secara naskah sudah menarik duluan. Kemudian, salah satu wishlist-ku sejak kecil, aku ingin ‘meledakkan mobil’, nah ini diiyakan oleh teman-teman produser,” lanjutnya sambil tertawa.
Film ini tidak hanya menampilkan ketegangan ruang sidang dan drama, tetapi juga aksi spektakuler yang jarang dijumpai di film Indonesia, seperti pengeboman dan pengepungan gedung pengadilan.
Belajar dari Korea: Produksi Sehat Tidak Bikin Kru Tipes
Selain pengalaman kreatif, Yusron juga menyoroti pentingnya proses produksi yang profesional dan menghargai waktu kerja para kru.
“Dari produksi ini, kita sekaligus bisa mencontoh sebuah bentuk produksi yang sehat. Karena beberapa kru ada dari Korea dan punya jam kerja. Itu kalau bisa diimplementasikan di Indonesia secara luas, tentu saja sangat bagus. Bisa loh bikin film yang entertaining tanpa membuat krunya tipes,” jelasnya.
Menurut Yusron, disiplin dan efisiensi dari tim Korea menjadi pelajaran berharga. Dia berharap pola kerja seperti itu bisa menjadi standar baru dalam produksi film Indonesia, agar kualitas bisa meningkat tanpa mengorbankan kesejahteraan tim.
Yusron Fuadi Ngaku Langsung Klop dengan Lee Chang-Hee
Kolaborasi dua sutradara ini ternyata berlangsung sangat mulus sejak awal. “Saya dengar nama Lee Chang-hee dari Netflix. Dua minggu sebelum syuting saya dapat kabar dadakan nanti sutradaranya dua. Akhirnya kami ketemu, waktu itu langsung klik aja, karena beberapa film yang kita sukai sama, kayak Chris Nolan, David Fincher, genre yang agak-agak ‘sakit’ gitu. Dari chemistry itu kita sudah klik,” kenang Yusron.
Chemistry yang cepat terbangun membuat keduanya bisa berbagi peran dengan baik: Lee Chang-hee banyak menangani aspek teknis dan visual, sedangkan Yusron fokus pada pengarahan aktor dan kekuatan naskah.

Dibintangi oleh Rio Dewanto, Reza Rahadian, Niken Anjani, Dian Nitami, dan Elang El Gibran, film ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 20 November 2025.
Dengan kolaborasi lintas negara, cerita yang relevan, serta arahan dua sutradara berbakat, Keadilan (The Verdict) siap menandai babak baru bagi film pengadilan di Indonesia. Trailer resminya sudah tersedia di kanal YouTube MD Pictures, kalau mau ngintip trailernya, klik aja laman berikut ini: trailer Keadilan (The Verdict).
Tentang Keadilan (The Verdict)

Raka (Rio Dewanto), seorang petugas keamanan pengadilan yang jujur merasa gelisah menyaksikan hukum dimanipulasi oleh uang, koneksi, dan kebohongan. Hingga akhirnya, istrinya sendiri, Nina (Niken Anjani), pengacara muda yang sedang hamil menjadi korban kejahatan brutal dari anak orang kaya yang mendapat perlindungan dari seorang pengacara licik bernama Timo (Reza Rahadian). Terjebak dalam sistem yang korup dan sosial media yang mudah dipengaruhi, Raka perlahan kehilangan keyakinannya, hingga dia pun memutuskan untuk mengambil alih persidangan dengan pistol di tangannya.
Produser : Song Hyun-ju, Bae Jae-youn
Produksi : MD PICTURES, JNC MEDIA GROUP, INNIKOR PICTURES
Sutradara : Lee Chang-hee, Yusron Fuadi
Penulis : Yoon Hyeon-ho
Genre : Drama, Thriller
Tanggal Rilis : 20 November 2025
Pemeran :
- Rio Dewanto sebagai Raka
- Reza Rahadian sebagai Timo
- Elang El Gibran sebagai Dika Akbar
- Niken Anjani sebagai Nina
- Dimas Aditya sebagai Burhan Yusuf
- Dian Nitami sebagai Hanum Triatmaja
- Karina Salim sebagai Ayu Dwi Asari
- Rafly Altama sebagai Sadam
- Tubagus Ali sebagai Gilang
- Bizael Tanasale sebagai Tommy
- Eduwart Manalu sebagai Bono
- Tyan Anugrah sebagai Regi
- Vonny Anggraini sebagai Ibu Bimo
- Rangga Nattra sebagai Edo
- Indra Pacique sebagai Zainal
Jangan lewatkan film Keadilan (The Verdict) pada 20 November 2025 di seluruh bioskop Indonesia! Ikuti juga akun media sosial MD Pictures untuk mendapatkan berita terbaru terkait film MD!
MD Pictures (Production House)
Instagram: @mdpictures_official
TikTok: @mdentertainmentofficial
Facebook: MD Pictures
X: @MDPictures
YouTube: MD Pictures
Keadilan The Verdict (Movie)
Instagram: @filmkeadilan
